Perang Melawan Covid-19

Tulisan ini dimaksudkan sebagai ajakan perang melawan covid-19 kepada seluruh pembaca di mana pun berada. Pun ditujukan untuk membantu edukasi masyarakat secara online.

Covid-19 (salah satu dari Virus Corona) yang merupakan virus penyakit sistem pernafasan sangat mematikan terbukti sejak diidentifikasinya virus ini (Desember 2019) hingga akhir Maret 2020 sudah memakan korban jiwa lebih dari 33.000 dan jumlah kasus hampir 700.000 di seluruh dunia, data ini merupakan data terbaru WHO.

Makhluk yang tidak terlihat ini merupakan musuh umat manusia. Upaya-upaya untuk mencegah penularanlah yang dapat dilakukan hingga saat ini. Pasalnya, obat yang mampu membunuh virus covid-19 ini belum ditemukan. Manusia hanya bisa mencegahnya dengan meningkatkan imunitas tubuh dan menghindarinya.

Upaya penghindaran terhadap penyebaran covid-19 ini yaitu dengan berbagai cara. Secara nasional, negara akan menutup kedatangan tamu dari negara-negara terjangkit covid-19. Selain itu pemerintah memerintahkan kepada masing-masing wilayah untuk mengambil tindakan yang dirasa perlu dalam menghambat penyebarannya. Setiap wilayah melakukan evaluasi masing-masing untuk menentukan apakah perlu dilakukan karantina wilayah.

Sementara itu secara individu dilakukan upaya physical distancing. Yaitu dengan membuat jarak 2 meter di antara dua orang yang melakukan komunikasi langsung. Selain itu setiap individu wajib melindungi diri dengan masker dan juga membiasakan hidup bersih. Kelemahan covid-19 ialah dapat terbawa air sabun dan mati ketika terkena disinfektan. Oleh karena itu kebiasan mencuci tangan dan penggunaan hand sanitizer menjadi penting.

Menurut WHO, penyebaran covid 19 ada dua cara, yaitu : droplet (tetesan) dan physical contact. Droplet dihasilkan oleh penderita covid-19 ketika batuk atau bersin. Physical contact dapat berupa jabat tangan, berpelukan dan lain-lain. Kemungkinan penyebaran melalui udara hanya terjadi dalam kondisi khusus.

Wabah Covid-19 Menjadi Krisis Ekonomi Global

Wabah Covid-19 menjadi penyebab krisis ekonomi global. Hal ini dapat dipahami karena banyak negara-negara yang terkena wabah melakukan lockdown atau karantina. Karantina menyebabkan banyak usaha yang berhenti bahkan mungkin ada yang bangkrut. Kemudian juga banyak pekerja yang kehilangan pekerjaanya.

Negara-negara yang melaksanakan karantina harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Penyediaan logistik, obat-obatan, alat-alat kesehatan, bahan pokok dan lain-lain. Bahkan ada yang memberikan kompensasi kepada warga yang kehilangan pekerjaannya.

Negara-negara yang belum mampu menyediakan alat-alat kesehatan, alat test, obat-obatan, mereka akan berusaha memesannya kepada negara lain yang telah berhasil menyediakannya. Hal ini berdampak pada menurunnya nilai tukar mata uang negara tersebut.

Lockdown, karantina negara, dan karantina wilayah dapat menyebabkan tertutupnya jalur supply barang/bahan pokok. Hal ini menyebabkan naiknya harga bahan pokok atau barang-barang tertentu. Di sisi produsen juga dapat berdampak kerugian. Terhambatnya penyaluran hasil produksi bahan pokok dalam waktu yang cukup lama dapat menyebabkan rusaknya hasil produksi.

Kenaikan harga dan hilangnya pekerjaan menimbulkan berkurangnya daya beli masyarakat. Hal ini dapat menyebabkan turunnya perekonomian wilayah dan bahkan negara terdampak wabah.

Ajakan Memerangi Covid-19

Marilah kita berupaya mengurangi dan menghentikan penyebaran Covid-19. Caranya adalah dengan mengikuti anjuran dan petunjuk dari Pemerintahnya masing-masing. Dengan demikian upaya-upaya tersebut akan terlaksana dengan baik dan terkoordinasi. Tidak ada pilihan lain untuk dilakukan selain melaksanakan petunjuk penanganan Covid-19. Semua negara di dunia pun mengikuti petunjuk dari WHO.

Sebagai warga net, saya pun mengajak para pembaca untuk membuat artikel-artikel dalam blognya masing-masing mengenai upaya-upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Atau juga membuat vlog dan video yang diunggah di Youtube. Anda juga bisa menampilkan gambar-gambar di lokasi tempat tinggalnya yang merupakan upaya memerangi Covid-19. Ide-ide Anda dapat menginspirasi siapa pun di dunia ini untuk lebih efektif menyelesaikan masalah serius ini.

Dengan membuat blog, vlog dan media-media online lainnya, Anda telah membantu dalam mengedukasi masyarakat. Kecepatan penyebaran edukasi ini harus lebih cepat dari penyebaran virus Covid-19 itu sendiri. Keberhasilan pencegahan penyebaran virus dapat menyelamatkan banyak nyawa di Dunia. Keberhasilan Edukasi saat ini dapat menjadi model edukasi di masa yang akan datang.

Marilah kita perangi Covid-19 hingga diperoleh vaksin dan obat penyakit Covid-19 ini. Vaksin dan obat-obatan kini sedang diteliti oleh para ahli di berbagai negara. Semoga ajakan perang melawan covid-19 melalui media maya ini dapat membantu menghambat penyebaran virus mematikan di seluruh dunia.

Candra Taufik, S.T., MAB., MOS.

Sumber Artikel :

by : Candra Taufik, S.T., MAB., MOS.

5 Cara Efektif agar Tidak Tertular Virus Corona

Coronavirus telah menyerang ribuan orang di berbagai negara dan menelan ratusan korban jiwa. Agar tidak terkena penyakit infeksi yang sedang mewabah ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona.

Penyebab dari wabah ini adalah coronavirus jenis baru yang disebut dengan novel coronavirus 2019 (2019-nCoV). Penyakit ini termasuk dalam golongan virus yang sama dengan virus penyebab severe acute respiratory syndrome (SARS) dan Middle-East respiratory syndrome (MERS).

5 Cara Efektif agar Tidak Tertular Virus Corona - Alodokter

Infeksi virus Corona yang disebut COVID-19 ini pertama kali terjadi di kota Wuhan, China dan sekarang telah ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Langkah Mencegah Penularan Virus Corona

Virus ini diperkirakan berasal dari hewan, seperti kelelawar dan unta, dan bisa menular dari hewan ke manusia, serta dari manusia ke manusia. Penularan antarmanusia kemungkinan besar melalui percikan dahak saat batuk atau bersin.

Ketika terinfeksi virus Corona, seseorang akan mengalami gejala mirip flu, seperti demam, batuk, dan pilek. Namun, beberapa hari setelahnya, orang yang terserang infeksi virus corona bisa mengalami sesak napas akibat infeksi pada paru-paru (pneumonia).

Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan infeksi virus Corona. Oleh sebab itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau agar masyarakat tidak memandang sepele penyakit ini dan senantiasa melakukan tindakan pencegahan. Salah satunya adalah dengan menerapkan social distancing.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi virus Corona, di antaranya:

1. Mencuci tangan dengan benar

Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus 2019-nCoV. Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku. Setelah itu, keringkan tangan menggunakan tisu, handuk bersih, atau mesin pengering tangan.

Jika Anda adalah pekerja komuter yang berada di dalam transportasi umum, akan sulit untuk menemukan air dan sabun. Anda bisa membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Gunakan produk hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% agar lebih efektif membasmi kuman.

Cucilah tangan secara teratur, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh hewan, membuang sampah, serta setelah batuk atau bersin. Cuci tangan juga penting dilakukan sebelum menyusui bayi atau memerah ASI.

2. Menggunakan masker

Banyak yang menggunakan masker kain untuk mencegah infeksi virus Corona, padahal masker tersebut belum tentu efektif. Secara umum, ada dua tipe masker yang bisa Anda digunakan untuk mencegah penularan virus Corona, yaitu masker bedah dan masker N95.

Masker bedah atau surgical mask merupakan masker sekali pakai yang umum digunakan. Masker ini mudah ditemukan, harganya terjangkau, dan nyaman dipakai, sehingga banyak orang yang menggunakan masker ini saat beraktivitas sehari-hari.

Cara pakai masker bedah yang benar adalah sisi berwarna pada masker harus menghadap ke luar, sementara sisi dalamnya yang berwarna putih menghadap wajah dan menutupi dagu, hidung, dan mulut. Sisi berwarna putih terbuat dari material yang dapat menyerap kotoran dan menyaring kuman dari udara.

Meski tidak sepenuhnya efektif mencegah paparan kuman, namun penggunaan masker ini tetap bisa menurunkan risiko penyebaran penyakit infeksi, termasuk infeksi virus Corona. Penggunaan masker lebih disarankan bagi orang yang sedang sakit untuk mencegah penyebaran virus dan kuman, ketimbang pada orang yang sehat.

Sedangkan masker N95 adalah jenis masker yang dirancang khusus untuk menyaring partikel berbahaya di udara. Jenis masker inilah yang sebenarnya lebih direkomendasikan untuk mencegah infeksi virus Corona. Meski demikian, masker ini kurang nyaman untuk dikenakan sehari-hari dan harganya pun relatif mahal.

Ketika melepaskan masker dari wajah, baik masker bedah maupun masker N95, hindari menyentuh bagian depan masker, sebab bagian tersebut penuh dengan kuman yang menempel. Setelah melepas masker, cucilah tangan dengan sabun atau hand sanitizer, agar tangan bersih dari kuman yang menempel.

3. Menjaga daya tahan tubuh

Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, dan makanan berprotein, seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak. Bila perlu, Anda juga menambah konsumsi suplemen sesuai anjuran dokter.

Selain itu, rutin berolahraga, tidur yang cukup, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan virus Corona.

4. Tidak pergi ke negara terjangkit

Tidak hanya Tiongkok, penyakit infeksi virus Corona kini juga sudah mewabah ke beberapa negara lain, seperti Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, India, Amerika Serikat, dan Eropa. Virus Corona juga sudah terkonfirmasi ditemukan di negara-negara tetangga Indonesia, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Agar tidak tertular virus ini, Anda disarankan untuk tidak bepergian ke tempat-tempat yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona atau berpotensi menjadi lokasi penyebaran coronavirus, baik di luar maupun dalam negeri.

Anda juga disarankan untuk melakukan physical distancing dengan cara menjaga jarak minimal 1 meter saat berinteraksi dengan orang lain dan hindari bepergian ke tempat yang ramai.

5. Menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan coronavirus

Coronavirus jenis baru diduga kuat berasal dari kelelawar dan disebarkan oleh beberapa hewan mamalia dan reptil. Oleh karena itu, hindarilah kontak dengan hewan-hewan tersebut

Jika ingin mengonsumsi daging atau ikan, pastikan daging atau ikan tersebut sudah dicuci dan dimasak hingga benar-benar matang. Hindari mengonsumsi daging atau ikan yang sudah tidak segar atau busuk.

Bila Anda mengalami gejala flu, seperti batuk, demam, dan pilek, yang disertai lemas dan sesak napas, apalagi bila dalam 2 minggu terakhir Anda bepergian ke Tiongkok atau negara-negara lain yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona, segeralah tanyakan ke dokter agar dapat dipastikan penyebabnya dan diberikan penanganan yang tepat. Anda juga bisa mencoba mendeteksi risiko Anda terkena virus Corona dengan klik gambar di bawah ini.

5 Cara Efektif agar Tidak Tertular Virus Corona - Alodokter

Referensi

https://www.alodokter.com/ketahui-cara-untuk-mencegah-penularan-virus-corona